Kumpulan Puisi Keren
kumpulan puisi |
Sketsa Kepalsuan
Karya Budi Setiarsih
Seindah umbul-umbul berbagai warna yang berjejer rapi disetiap sudut kota
Ada wajah yang bersembunyi di balik indahnya
Bersembunyi di balik keramaian
Seolah menata suasana, berkedok peduli
Lupakan sisi hati nurani
Indah warna warni umbul-umbul itu tak sanggup menutupi wajah palsumu
Entah enggan, entah tak peduli
Warna warninya tak menyatu dengan wajahmu
Basi memang gayamu,
Sudah usang tertelan milenium
Wahai kepalsuan,
Suara diluar sana jauh lebih keras dari kebohonganmu
Mata yang diluar sana jauh lebih tajam dari narasimu
Matamu satu mereka beribu-ribu
Selayang Pandang
Camelia Badi’ah
Aneh, belum juga.
Padahal kapal sudah dipaksa berlayar.
Adakah masalah? Tidak.
Ingatkah malam itu?
Melambai manis, mendebarkan.
Di antara layar di setiap sisi. Mengukur pandang
Aneh, belum juga.
Cemat sudah dilepas. Angin malam sudah datang
Tidak ada.
Adalah hati pada mulanya
Dari sunyi hingga nyeri.
(Tasikmalaya, 18 Mei 2017)
PADAMU SANG PUSPA BANGSA NUSANTARA
Karya: CECEP OPANDI
Tumbuh menawan sang puspa bangsa
Menampakan diri di indahnya taman pertiwi
Para puspa bangsa titipan Dewantara
Ing ngarso sung tuladha
Tanamlah dia di tanah subur!
Pupuklah ia agar menjadi makmur
Rawat pula sehingga mewangi di bumi pertiwi
Ing madya mangun karsa
Padamu sang puspa bangsa Nusantara
Akarmu tertancap kokoh di perut jagat raya
Daunmu tertahan kuat di ranting-ranting kehidupan
Puspa citra tuk tanah surga Indonesia
Menitipkan sesenggam asa dan harap perlambang cinta
Tut wuri handayani
Tumbuhlah engkau sebagai pemilik identitas bangsa
Berseri dan mewangi di ladang Nusantara
Jangan biarkan pendatang mengubah raga
Walaupun insan tak sudi melihat
Walaupun insan tak meminat
Tapi engakulah sebagai anak bangsa
Yang akan menjaga sebagai pemilik bumi pertiwi
Tasikmalaya_Mei 2023
Ramadan Pertamaku
Bulan suci bulan Ramadan
Nan ditunggu telah pun datang
Berlomba kita menghadap Tuhan
Daun-daun bertasbih...
Pohon-pohon bertumbangan
Air laut berubah jadi tawar
Lara tersanjung dengan aroma-Mu
Sampai fajar menanti rahmat-Mu
Di bulan suci yang penuh berkah,
Ku sambut Ramadan dengan hati yang ikhlas.
Di malam-malam sunyi yang penuh doa,
Ku rindu indahnya cahaya suci yang bersinar.
Pada Allah aku bermohon
Semoga usiaku masih bersambung
Ingin bertemumu di bulan agung
Kerinduan ku tinggi menggunung
Pilar-pilar mesjid bertasbih
Kubah terbentang
Pintu surga menyambut
Doa lailatul qadar melantun
Puasa pertama ku di bulan penuh rahmat,
Mengalirkan air mata, menghapus dosa-dosa.
Dalam keheningan malam yang sunyi,
Ku merasakan dekatnya dengan Sang Pencipta.
Selayak cahaya malam seribu bulan
Pancaran penembus jiwa di keremangan
Memanggil hati-hati perindu ampunan
Seruan seorang hamba mendoa pada Tuhan
Lafaz takbir memecah kesunyian malam,
Menggema di langit dan bumi yang merindu.
Di sujud ku merasakan kedekatan yang abadi,
Menghadap Kebesaran-Nya, merasa kerdil.
Ya, Tuhan....
Damaikanlah hati dan jiwa kami
Terangilah kegelapan menutupi nurani
Bersimpuhku, mengetuk pintu ampunan-Mu
Ramadan pertamaku, begitu indah dan suci,
Mengalirkan cinta dan ketenangan dalam hati.
Ku syukuri nikmat ini dengan penuh rasa,
Dan berharap Ramadan selalu menginspirasi.
Kemuliaan itu selalu dinanti
Rindu datangnya tiada terbendung
Karena datangnya setahun sekali
Lebakwangi, 4 April 2024,
Merajut Asa
Karya: Chorry Sari Mutilawati
Masa demi masa
Dijalani
Demi sebuah asa
Langkah demi langkah
Diterjang
Meski tak berarah
Kata demi kata
Dirangkai
Hingga terasa bermakna
Senyuman demi senyuman
Ditebar
Menutupi luka
Hampir menyerah
Menyulut amarah
Seakan semua salah
Kala terjatuh
Berusaha teguh
Kala mengeluh
Berusaha tangguh
Hingga masanya
Kuraih cahaya
Dengan segala doa
Satu persatu nyata
Karna Kau ada
Cimahi, 4 April 2024
Post a Comment for "Kumpulan Puisi Keren"